Game yang delay tanggal rilisnya – Dalam industri game, kata “delayed” atau penundaan rilis sering jadi momok—baik buat pengembang maupun penggemar. Fans yang sudah menanti bertahun-tahun harus bersabar lagi, sementara developer dituntut untuk memperbaiki, menyempurnakan, atau bahkan merombak total sebelum game dilepas ke publik. Tapi meski mengecewakan, delay game kadang justru jadi keputusan terbaik untuk kualitas akhir.

Berikut ini adalah daftar game yang delay tanggal rilisnya, lengkap dengan alasan penundaan dan status terkininya di 2024–2025.
1. Hollow Knight: Silksong
Awalnya rilis: 2023
Status: Masih belum pasti di pertengahan 2025
Alasan delay:
Tim kecil dari Team Cherry mengaku ingin memastikan kualitas game sempurna. Silksong sudah menjadi running joke di komunitas karena penundaan yang sangat lama.
Kenapa dinanti:
Sekuel dari Hollow Knight, game metroidvania legendaris yang penuh eksplorasi dan boss fight epik.
2. STALKER 2: Heart of Chornobyl
Awalnya rilis: April 2022
Status: Diundur ke Desember 2024
Alasan delay:
Karena perang Rusia-Ukraina, studio GSC Game World yang berbasis di Kyiv mengalami hambatan besar, termasuk evakuasi tim.
Kenapa dinanti:
Seri STALKER punya basis fan kuat karena atmosfernya yang imersif, cerita kelam, dan gameplay survival ala zona radiasi.
3. Pragmata (Capcom)
Awalnya rilis: 2022
Status: Tidak ada tanggal pasti per Juli 2025
Alasan delay:
Capcom mengatakan butuh waktu tambahan untuk menyempurnakan pengalaman bermain, meskipun trailer awal sudah mencuri perhatian dengan visual futuristik dan atmosfer misterius.
Kenapa dinanti:
Judul baru dari Capcom dengan gaya sci-fi, misteri, dan elemen naratif yang menjanjikan.
4. Suicide Squad: Kill the Justice League
Awalnya rilis: 2022, lalu 2023
Status: Akhirnya rilis Februari 2024 setelah beberapa kali delay
Alasan delay:
Respon negatif dari gameplay preview, terutama karena unsur live service dan sistem gear yang terasa tidak cocok dengan ekspektasi pemain.
Kenapa jadi bahan pembicaraan:
Meski akhirnya rilis, banyak yang merasa kualitasnya kurang maksimal dan delay yang panjang tak sebanding dengan hasil akhir.
5. The Day Before
Awalnya rilis: 2021
Status: Rilis Desember 2023, tapi langsung ditarik dari Steam
Alasan delay:
Drama internal, ganti engine, dan tuduhan plagiarisme serta gameplay palsu membuat reputasi game ini hancur meski sempat hype besar.
Pelajaran:
Delay belum tentu hasilnya bagus kalau ekspektasi dan transparansi developer tidak terjaga.
6. Final Fantasy VII Rebirth
Awalnya rilis: Akhir 2023
Status: Rilis Februari 2024 (delay beberapa bulan)
Alasan delay:
Square Enix ingin memastikan transisi dari Remake ke Rebirth berjalan mulus secara naratif dan teknis.
Kenapa dimaklumi:
Fans puas dengan hasil akhirnya, dan game ini berhasil membuktikan bahwa delay kecil bisa membawa hasil besar.
7. Skull and Bones
Awalnya rilis: 2018
Status: Akhirnya rilis Februari 2024, setelah ditunda lebih dari 5 tahun
Alasan delay:
Proyek Ubisoft ini mengalami pengembangan yang penuh masalah: perubahan arah desain, pergantian tim, dan banyak tes ulang.
Kenapa jadi simbol delay legendaris:
Game ini sering disebut “delay simulator” karena bertahun-tahun tidak ada kejelasan hingga akhirnya muncul.
8. Ark II
Awalnya rilis: 2023
Status: Diundur ke akhir 2025
Alasan delay:
Studio pengembang, Studio Wildcard, mengaku ingin menyempurnakan engine Unreal 5 dan memperbaiki sistem pertarungan serta animasi.
Highlight unik:
Game ini dibintangi oleh Vin Diesel, jadi daya tarik tersendiri meski tanggal rilisnya terus melayang.
Kenapa Banyak Game Kena Delay?
-
Tekanan untuk kualitas tinggi: Gamer sekarang makin kritis. Developer harus pastikan game tidak buggy atau broken saat rilis.
-
Masalah teknis: Engine baru, sistem server, atau platform lintas konsol bisa memicu penundaan.
-
Feedback komunitas: Kadang setelah demo atau preview, respon negatif bikin developer balik ke meja kerja.
-
Masalah internal: Konflik tim, kekurangan dana, atau kondisi darurat (seperti pandemi atau konflik geopolitik).
Delay Tidak Selalu Buruk
Beberapa game yang delay justru akhirnya mendapat pujian besar:
-
The Legend of Zelda: Breath of the Wild (delay lebih dari 1 tahun → masterpiece)
-
Cyberpunk 2077 (meski awalnya gagal, tapi pembaruan bertahap bikin game ini bangkit di 2023–2024)
-
Baldur’s Gate 3 (dirilis penuh setelah fase akses awal yang panjang, hasilnya memuaskan)
Kesimpulan: Sabar Bisa Bawa Hasil
Memang menyebalkan saat game yang dinanti bertahun-tahun malah ditunda. Tapi di balik delay sering ada niat baik: memberi pengalaman terbaik ke pemain. Asalkan komunikasinya jelas dan jujur, komunitas biasanya bisa menerima.
Dan buat para gamer, satu pesan penting:
“Better late and polished, than early and broken.”